Categories
Usaha Rumah Tangga

Faktor Pendorong Usaha Rumah Tangga

Usaha rumah tangga adalah usaha dengan jumlah tenaga kerja 1 sd 4 orang. Seperti  namanya, usaha ini dilakukan di rumah. Pemiliknya adalah salah satu anggota keluarga.

Usaha ini biasa ada pendorongnya. Beberapa pemicu tersebut yaitu:

  • Desakan ekonomi rumah tangga.
  • Bosan di rumah
  • Potensi di dalam diri
  • Potensi di lingkungan sekitar
  • Tantangan

PENJELASAN

  • Desakan ekonomi muncul karena kekurangan pemasukan. Uang masuk lebih kecil dari uang keluar. Selain itu, ada rencana biaya di masa depan.

Gaji suami dan atau istri tidak cukup untuk membayar biaya masa depan. Misalkan untuk membayar uang pangkal masuk sekolah.

Selain itu, bisa karena biaya hidup semakin besar. Semakin tahun biaya hidup meningkat. Penghasilan tidak meningkat.

Banyak rumah tangga yang punya hutang. Lama-lama hutang menumpuk dan harus dilunasi.

Maka timbullah ide untuk memiliki usaha rumah tangga. Ada tambahan uang untuk mencukupi kebutuhan.

  • Bosan di rumah biasanya dihadapi ibu rumah tangga. Sebelum menikah, dia bekerja. Setelah menikah, berhenti bekerja.

Ada energi yang tidak terpakai. Kemudian mencari kesibukan. Ada yang kursus, ada yang belajar. Ada yang suka otak atik rumah dan halamannya. Sehingga hidup lebih dinamis.

Ada juga yang akhirnya muncul ide untuk usaha. Selain agar aktif, juga untuk menambah pemasukan.

Bosan ini harus diatasi. Punya kegiatan atau usaha membuat hidup lebih aktif.

  • Ada orang yang punya keahlian. Dia mau menggunakannya. keahlian itu bisa menghasilkan uang.

Misalkan, istri yang pintar membuat kue. Kue bisa dijual di warung atau di kantin sekolah. Bisa juga dijual di depan rumah. Keahlian itu hanyalah potensi bila tidak digunakan.

Istri bisa terus berkarya. Dari hasil penjualannya, kas rumah tangga bisa bertambah.

  • Kita bisa melihat kebutuhan di sekitar kita. Misalkan di perumahan yang baru dihuni. Penduduk pasti butuh warung kelontong. Ibu ibu butuh tempat belanja yang di dekat rumah.

Coba melihat sekitar kita tinggal. Coba pikirkan apa kebutuhan kita. Pikirkan kebutuhan di rumah. Kemudian lihat di sekitar wilayah kita tinggal.

Apakah ada kios atau warung yang menjual kebutuhan kita? Lihatlah di perumahan. Atau pergi ke perkampungan. Cari tahu barang dan jasa apa yang belum dijual di sekitar.

  • Tantangan itu kadang membangkitkan semangat. Baik dari dalam maupun dari luar.

Ada orang yang bosan bekerja, memilih berhenti. Alasannya karena tidak mau diperintah. Bosan pergi pagi pulang malam.

Kalau tidak bekerja, tidak punya penghasilan. Kalau ga punya penghasilan, ga ada uang buat membayar pengeluaran.

Perut sendiri dan keluarga harus diisi. Tabungan belum tentu cukup sampai tua. Berarti harus punya pemasukan walau tidak bekerja. Dan akhirnya berjualan di rumah.

Zaman sekarang, tantangan juga bisa muncul dari dunia pendidikan. Biasanya tugas mata kuliah bisnis dari kampus tertentu. Mahasiswa dan mahasiswi diminta membuat usaha sendiri dari rumah.

Nah, mereka akhirnya  berpikir. Masing masing dengan idenya. Berusaha dari rumah.

Pemerintah juga sedang merumuskan kurikulum pendidikan tinggi. Mahasiswa mahasiswi harus dekat dengan dunia praktisi. Mereka tidak harus di kelas terus sampai lulus.

SURVEI USAHA RUMAH TANGGA

Ada hasil menarik dari survei sensus nasional 2010. Salah satunya tentang usaha rumah tangga. Semakin rendah golongan pendapatan yang dimiliki oleh rumah tangga. Maka semakin besar porsi rumah tangga yang melakukan usaha sendiri.

Rumah tangga tesebut mayoritas berada di sektor pertanian dan perdagangan.

Penyebaran di sektor pertanian menunjukkan semakin rendah tingkat pendapatan maka semakin besar jumlah rumah tangga yang melakukan usaha. Hal sebaliknya terjadi di sektor perdagangan. Semakin tinggi golongan pendapatan maka semakin banyak rumah tangga yang melakukan usaha.

Usaha rumah tangga ini dilihat dari pengelolanya, dibagi atas:

  • Berusaha sendiri. Tanpa bantuan orang lain
  • Berusaha dibantu buruh tidak tetap. Dibayar Ketika bekerja atau membantu.
  • Berusaha dibantu buruh tetap. Pekerja dibayar tetap secara berkala.

Nah, diatas adalah beberapa informasi yang dirangkum. saudara saudari berada di posisi yang mana.

Tidak usah malu untuk memulai usaha rumah tangga. Jangan khawatir tidak berhasil.

Rejeki di tangan TUHAN. Kita berdoa dan berusaha. Ayo semangat buat kawan kawan yang mau memulai. Semangat juga untuk yang sudah memiliki usaha rumah tangga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *