Categories
Usaha Rumah Tangga

Modal Usaha Rumah Tangga

Tantangan pertama setiap orang untuk berusaha adalah modal. Pernah dengarkah ucapan ini. “saya mau usaha, tapi ga punya modal.”

“usaha ini modalnya gede, saya ga sanggup,” atau “pingin sih, tapi siapa yang modalin gw?”

Ucapan diatas sering keluar dari orang yang mau memulai usaha. Selalu bermula dari modal. Modal disini biasanya adalah uang.

Ada yang harus diubah dari persepi banyak orang. Modal itu tak selalu berupa uang. Semua kita punya modal untuk  usaha.

Beberapa jenis modal yang hampir dimiliki semua orang:

  1. Otak. Yang Maha Kuasa menganugerahkan otak ke semua orang. Otak ini dipakai berpikir. Digunakan untuk mencari ide usaha yang dapat dijalankan.
  2. Indera. Ada lima indera manusia. Ada juga yang memiliki keterbatasan indera. Mata, telinga, hidung, lidah, kulit. Setiap indra itu ada fungsinya. Ada orang yang memiliki kelebihan pada satu atau dua indera. Ini menjadi modalnya dalam berusaha.
  3. Lingkungan. Ini bisa berarti orang terdekat kita yaitu keluarga atau daerah dimana kita berada. Manusia tidak hidup sendiri di dunia. Dari lingkungan, kita bisa dapat inspirasi dan ide.
  4. Pengalaman hidup. Semua orang punya pengalaman hidup. Sejak lahir sampai usia saat ini. Yang baik sampai tidak baik. Yang indah sampai yang menyakitkan. Semua ini dapat menjadi modal untuk melangkah dalam usaha.

Nah, sebelumnya kita sudah belajar tentang apa sih yang melatari seseorang untuk berusaha. Semua wirausaha punya alasan.

Sekarang, mengapa dibutuhkan wirausaha? Pertama adalah karena adanya kebutuhan. Wirausaha itu menyediakan kebutuhan masyarakat.

Kedua adalah adanya  masalah. Bila ada masalah, maka butuh solusi. Perusahaan ojek daring tumbuh dan berkembang  karena adanya kebutuhan untuk akses transportasi yang cepat dan mudah diakses.

Ketiga adalah adanya sumber daya. Ada yang membutuhkan, dan ada yang memiliki sumber daya. Bila tidak ada, wirausaha lah yang mencari sumber daya ini agar dapat menjawab kebutuhan masyarakat.  

Baca juga https://sahabatpegadaian.com/wirausaha/5-modal-utama-untuk-jadi-entrepreneur-sukses

Dalam artikel ini, kita hendak mempelajari cara cara wirausaha mensiasati memperoleh modal untuk usaha:

  1. Kerjasama. Ada pedagang aksesoris yang menyediakan bahan baku kerajinan tangan dan membagikannya ke Ibu Ibu rumah tangga dalam satu arisan. Ibu ibu ini punya modal waktu dan tangan. Walau ga punya  modal uang dan tempat jualan, tapi dia dibayar sesuai jumlah kerajinan tangan yang dia buat. Ibu-Ibu senang, pedagang puas. Kita cari siapa orang yang mau bekerjasama dengan kita.
  2. Bagi hasil. Ada tempat tempat usaha yang menyediakan lapak dengan sistem bagi hasil. Wira usaha tidak perlu bayar sewa. Pemilik lahan menerima persentase tertentu dari hasil penjualan.
  3. Bantuan/ pinjaman uang. Wirausaha dapat meminjam uang kepada keluarga, relasi sosialnya, atau lembaga pembiayaan untuk modal usaha. Bahkan, pemerintah pun gencar memberikan bantuan modal uang kepada jutaan wira usaha di Indonesia.
  4. Menjual produk orang. Sebelum media sosial dan market place hadir di Indonesia, cara ini sering dilakukan. Mama saya mengambil barang dari tengkulak di pasar, membawanya ke kantor dan menjualnya. Barang dibayar sesuai berapa yang laku. Sekarang istilahnya “dropship”. Kita meminta ijin pemilik toko X untuk memasarkannya di lapak online kita. Barang ditambahi margin tertentu. Setiap ada barang yang laku, kita lapor ke toko X. barang dikirim langsung dari toko ke pelanggan. Kita dapat untung dari selisih harganya.
  5. Aset sendiri. Kita bisa mencari ide usaha menggunakan asset yang kita miliki. Bila memiliki laptop, Saudara bisa jualan online. Peralatan di dapur bisa digunakan untuk membuat masakan untuk dijual. Lihat saja di sekeliling rumah kita.

Kita bisa maju kalau mau berusaha. Ada modal dalam diri kita. Sumber daya di sekitar kita pun tersedia.

Kita perlu tenang dan lincah melihat peluang. Ada kesempatan, segera rebut.

Ayo melangkah. Indonesia butuh wira usaha sebanyak banyaknya.

Semoga kita bisa mewarnai dunia ini dengan ide-ide usaha yang membantu dan menyelesaikan masalah.

Categories
Usaha Rumah Tangga

Faktor Pendorong Usaha Rumah Tangga

Usaha rumah tangga adalah usaha dengan jumlah tenaga kerja 1 sd 4 orang. Seperti  namanya, usaha ini dilakukan di rumah. Pemiliknya adalah salah satu anggota keluarga.

Usaha ini biasa ada pendorongnya. Beberapa pemicu tersebut yaitu:

  • Desakan ekonomi rumah tangga.
  • Bosan di rumah
  • Potensi di dalam diri
  • Potensi di lingkungan sekitar
  • Tantangan

PENJELASAN

  • Desakan ekonomi muncul karena kekurangan pemasukan. Uang masuk lebih kecil dari uang keluar. Selain itu, ada rencana biaya di masa depan.

Gaji suami dan atau istri tidak cukup untuk membayar biaya masa depan. Misalkan untuk membayar uang pangkal masuk sekolah.

Selain itu, bisa karena biaya hidup semakin besar. Semakin tahun biaya hidup meningkat. Penghasilan tidak meningkat.

Banyak rumah tangga yang punya hutang. Lama-lama hutang menumpuk dan harus dilunasi.

Maka timbullah ide untuk memiliki usaha rumah tangga. Ada tambahan uang untuk mencukupi kebutuhan.

  • Bosan di rumah biasanya dihadapi ibu rumah tangga. Sebelum menikah, dia bekerja. Setelah menikah, berhenti bekerja.

Ada energi yang tidak terpakai. Kemudian mencari kesibukan. Ada yang kursus, ada yang belajar. Ada yang suka otak atik rumah dan halamannya. Sehingga hidup lebih dinamis.

Ada juga yang akhirnya muncul ide untuk usaha. Selain agar aktif, juga untuk menambah pemasukan.

Bosan ini harus diatasi. Punya kegiatan atau usaha membuat hidup lebih aktif.

  • Ada orang yang punya keahlian. Dia mau menggunakannya. keahlian itu bisa menghasilkan uang.

Misalkan, istri yang pintar membuat kue. Kue bisa dijual di warung atau di kantin sekolah. Bisa juga dijual di depan rumah. Keahlian itu hanyalah potensi bila tidak digunakan.

Istri bisa terus berkarya. Dari hasil penjualannya, kas rumah tangga bisa bertambah.

  • Kita bisa melihat kebutuhan di sekitar kita. Misalkan di perumahan yang baru dihuni. Penduduk pasti butuh warung kelontong. Ibu ibu butuh tempat belanja yang di dekat rumah.

Coba melihat sekitar kita tinggal. Coba pikirkan apa kebutuhan kita. Pikirkan kebutuhan di rumah. Kemudian lihat di sekitar wilayah kita tinggal.

Apakah ada kios atau warung yang menjual kebutuhan kita? Lihatlah di perumahan. Atau pergi ke perkampungan. Cari tahu barang dan jasa apa yang belum dijual di sekitar.

  • Tantangan itu kadang membangkitkan semangat. Baik dari dalam maupun dari luar.

Ada orang yang bosan bekerja, memilih berhenti. Alasannya karena tidak mau diperintah. Bosan pergi pagi pulang malam.

Kalau tidak bekerja, tidak punya penghasilan. Kalau ga punya penghasilan, ga ada uang buat membayar pengeluaran.

Perut sendiri dan keluarga harus diisi. Tabungan belum tentu cukup sampai tua. Berarti harus punya pemasukan walau tidak bekerja. Dan akhirnya berjualan di rumah.

Zaman sekarang, tantangan juga bisa muncul dari dunia pendidikan. Biasanya tugas mata kuliah bisnis dari kampus tertentu. Mahasiswa dan mahasiswi diminta membuat usaha sendiri dari rumah.

Nah, mereka akhirnya  berpikir. Masing masing dengan idenya. Berusaha dari rumah.

Pemerintah juga sedang merumuskan kurikulum pendidikan tinggi. Mahasiswa mahasiswi harus dekat dengan dunia praktisi. Mereka tidak harus di kelas terus sampai lulus.

SURVEI USAHA RUMAH TANGGA

Ada hasil menarik dari survei sensus nasional 2010. Salah satunya tentang usaha rumah tangga. Semakin rendah golongan pendapatan yang dimiliki oleh rumah tangga. Maka semakin besar porsi rumah tangga yang melakukan usaha sendiri.

Rumah tangga tesebut mayoritas berada di sektor pertanian dan perdagangan.

Penyebaran di sektor pertanian menunjukkan semakin rendah tingkat pendapatan maka semakin besar jumlah rumah tangga yang melakukan usaha. Hal sebaliknya terjadi di sektor perdagangan. Semakin tinggi golongan pendapatan maka semakin banyak rumah tangga yang melakukan usaha.

Usaha rumah tangga ini dilihat dari pengelolanya, dibagi atas:

  • Berusaha sendiri. Tanpa bantuan orang lain
  • Berusaha dibantu buruh tidak tetap. Dibayar Ketika bekerja atau membantu.
  • Berusaha dibantu buruh tetap. Pekerja dibayar tetap secara berkala.

Nah, diatas adalah beberapa informasi yang dirangkum. saudara saudari berada di posisi yang mana.

Tidak usah malu untuk memulai usaha rumah tangga. Jangan khawatir tidak berhasil.

Rejeki di tangan TUHAN. Kita berdoa dan berusaha. Ayo semangat buat kawan kawan yang mau memulai. Semangat juga untuk yang sudah memiliki usaha rumah tangga.

Categories
Usaha Rumah Tangga

Memulai Usaha Rumah Tangga

Sebelumnya, kita sudah membahas arti usaha rumah tangga. Ada banyak pilihan usaha rumah tangga.

Untuk memulai usaha, perlu pertimbangan. Anda juga perlu mencari tahu informasi. Informasi ini untuk mendukung Langkah anda tuk berusaha.

TANTANGAN

Ada banyak tantangan yang dihadapi para pemula. Terkadang Anda menghadapi kerikil kerikil pada saat mau memulai dan sesudah usaha berjalan.

Berikut beberapa tantangan yang dihadapi:

  • Modal. Tidak semua orang mempunyai modal cukup. Ada yang ingin usaha tapi ga punya uang. Baca https://noordforce.com/modal-usaha-rumah-tangga/
  • Keluarga. Ada istri yang ingin usaha, tetapi suami tidak mendukung. Suami khawatir urusan rumah tangga akan terbengkalai. Ada orangtua yang tidak setuju anak/ menantu perempuannya punya usaha.
  • Lingkungan. ada usaha-usaha tertentu yang tidak cocok di lingkungan anda tinggal. contohnya : saudara ingin menjual pulsa. Tetangga di sebelah sudah lama berjualan pulsa juga.
  • Kesehatan. Ada orang-orang yang tidak bisa berjualan karena masalah kesehatan. kita mungkin pernah dengar. ada lansia yang tidak bisa lagi berjualan karena sakit-sakitan. dulu dia bisa jualan. sekarang hidupnya dibantu belas kasihan tetangga sekitar.

Nah, diatas adalah beberapa tantangan yang dihadapi saat mau memulai usaha rumah tangga.

TIPS MEMILIH DAN MEMULAI

Kali ini, kita ingin belajar tips memulai usaha rumah tangga. Agar Langkah kita lebih terarah.

Ada hal yang perlu diketahui untuk memulai dan memilih usaha rumah tangga:

Pertama adalah berdoa.

Berdoa kepada Yang Maha Kuasa untuk memberi kekuatan. Kita butuh tuntunan Sang Pencipta untuk melangkah.

Semua sia sia jika kita melangkah sendiri.

Kedua adalah dimana anda tinggal.

Mengenali tempat dimana tinggal cocok untuk usaha konvensional. Seperti jual pulsa, warung, jual jajanan anak, juice, dan aneka minuman.

Pertimbangan untuk lokasi tempat tinggal adalah :

  • Jumlah penduduk,
  • kerapatan tempat tinggal,
  • profesi tetangga sekitar,
  • jumlah anak anak
  • kebiasaan penduduk sekitar
  • dan lain lain

kita mencari tahu peluang barang dan jasa yang cocok untuk dijual ke tetangga sekitar kita tinggal.

Ketiga adalah apa hoby anda.

Kita senang bila kita melakukan hoby  kita sendiri. Dari apa yang kamu suka dan kamu bisa.

Contohnya, yang suka memasak. Memasak makanan atau kue kue.

Kita bisa buka usaha rantangan atau titip jual kue ke warung warung sekitar. Kita juga bisa menawarkan pesan kue buat hari raya. kue juga dijual untuk acara arisan dan atau pengajian.

Keempat adalah mengetahui keahlian.

Apa keahlian yang kita miliki. Mungkin ada yang berguna walau kita di rumah.

Yang suka menulis, bisa membuat novel. Dia juga bisa menjadi penulis lepas.

Ada yang pintar bahasa asing, menjadi penterjemah. Walau di rumah, keahlian kita tetap bisa menjual.

Kelima adalah lakukan yang anda sukai.

Anda tidak pintar tapi anda suka. Silahkan. Lanjutkan saja. Anda suka komputer tapi tidak pintar Bahasa Inggris.

Anda mendapat tawaran mengartikan buku luar. Saudara bisa pakai aplikasi penterjemah.

Selama anda suka, lakukan saja. Lama lama akan pintar koq.

Keenam adalah jangan cuma mimpi.

Mimpi itu enak tapi bukan asli. Kita hidup di dunia nyata. Maka kita harus lakukan.

Mimpi saja tidak akan membuat kita berhasil. Maka kita harus melakukannya.

Ketujuh adalah lakukanlah terus menerus.

Usaha itu tidak mudah. Semua pengusaha pernah gagal. Jangan takut.

Berjalan saja terus. Lakukan terus. Mulai dari yang kecil. Setia saja.

Usaha mesti serius. Pelan pelan usaha anda akan meningkat.

Semoga niat mulia Anda dapat terwujud. Tetap maju, tetap melangkah.

Semoga anda berhasil.

Categories
Usaha Rumah Tangga

Usaha Rumah Tangga

USAHA RUMAH TANGGA

Sebelum menikah, biasanya calon pasangan suami istri diskusi. Mereka membahas hal penting setelah menikah.  

Beberapanya adalah :

  • Bulan madu kemana,
  • kapan punya anak,
  • tinggal dimana,
  • bekerja berdua atau salah satu,
  • dll  

Banyak hal adalah sederhana. Namun ada juga yang penting perlu dibahas. Beberapa harus segera diambil kesimpulan.

Salah satunya adalah tentang keuangan rumah tangga.

Keuangan rumah tangga dapat diperoleh beberapa cara. Suami/istri bekerja, suami-istri yang bekerja, dan atau salah satu bekerja dan satunya berusaha.

Biasanya, dalam keluarga, istri yang mengalah untuk tidak bekerja agar dapat mengurus rumah.  

Wanita yang biasa bekerja sebelum menikah, dan akhirnya tidak bekerja bisa bosan. Karena aktivitas hanya di rumah saja. Sehingga  ada yang berpikir untuk menambah penghasilan rumah tangga melalui usaha.

Tujuannya adalah untuk membantu ekonomi keluarga. Namun tidak mengurangi waktu mengurus rumah termasuk anak.

Menjadi ibu rumah tangga bukan halangan. Yaitu halangan untuk bisa produktif. Walau tidak bekerja di kantor, namun istri bisa berkarya melalui ragam usaha yang bisa dikerjakan di rumah.

Usaha rumah tangga yang dipilih tentunya usaha yang bisa dikelola sendiri. Ada yang sesuai keahlian, dan atau mudah dipelajari.

Modalpun bisa menggunakan asset yang ada di rumah atau disekeliling rumah dengan penggunaan modal dana sekecil mungkin.

Ada berbagai macam usaha rumahan Ibu rumah tangga yang bisa dilakukan. Usaha rumahan ini menggunakan waktu senggang di rumah. Jadi tidak mengganggu urusan rumah tangga yang utama.

Ibu rumah tangga yang  memulai dan bisa memiliki usaha rumahan sendiri. mereka menjadi lebih mandiri dan tidak hanya bergantung pada suami.

Berikut ini beberapa jenis usaha rumahan Ibu rumah tangga yang dapat dikerjakan di rumah dengan modal kecil, yaitu:

  1. Penulis Lepas : Bila Ibu suka menulis, Ibu bisa menjadi penulis lepas.

Ada banyak perusahaan skala kecil sampai besar yang membutuhkan penulis penulis lepas untuk kebutuhan publikasinya. Penulis lepas bisa memberikan ringkasan, menelaah “review” suatu produk, atau mengulas suatu hal misalkan masakan.

Profesi penulis lepas ini semakin berkembang seiring perkembangan dunia IT dan dunia bisnis yang semakin bervariasi dan membutuhkan sarana publikasi melalui tulisan tulisan.

2. Berjualan masakan : Wanita yang suka memasak dapat memulai  usaha rumahan dengan menjual masakan.

Banyak masakan  bisa dijual. Lauk, sayur, cemilan, kue kue.

Pemasarannya bisa dilakukan ke tetangga tetangga atau dititip di warung, kantin sekolah, dan lain lain. Hoby memasak jadi tersalurkan. Juga memberi manfaat bagi sekitar juga.

Memasak bisa dapat uang. Semakin banyak rumah tangga yang jarang memasak di hari kerja. Karena banyak suami istri sama sama bekerja.

Masakan yang dijual pun bisa mengikuti musim. Ketika bulan puasa, menjual takjil dan makanan pembuka.

Di daerah kos kosan mahasiswa, sekarang juga laris berjualan makanan sahur buat mahasiswa/i karena mereka rerata tidak memasak di kosan.

3. Mengajar les. Baik privat maupun kelompok.

Ibu ibu mau tinggal dimanapun, ada potensi. Banyak orangtua yang tidak memiliki waktu. Yaitu untuk mengajar dan membantu anak-anaknya belajar.

Ibu bisa menggunakan keahlian dan waktunya untuk mengajar. Mengajar baca tulis, mengajar kelas kelompok anak sekolah.

Bisa juga les privat untuk anak-anak usia sekolah. Ibu ibu bisa mencari  dari wilayah sekitar tempat tinggal.

4. Jasa kerajinan tangan. Beberapa produknya adalah gelang, kalung, cincin, peniti jilbab, bingkai foto, dll.

Ada banyak toko toko aksesoris yang bekerjasama. Mereka datang ke kelompok ibu-ibu arisan di satu wilayah. Tujuannya untuk membuat kerajinan tangan.

Para pedagang menyediakan bahan baku dan tutorialnya, Ibu Ibu diminta mengerjakannya.

Secara mingguan pemilik toko datang ke arisan tersebut, mengumpul produk jadi, dan membayarkannya.

5. Jasa pembayaran online. Pembayaran listrik, air bersih, pulsa, telepon, paket data, menarik uang tunai,  belanja online, dll.

Ada banyak kebutuhan masyarakat sekarang yang dapat diperoleh atau dibayar melalui pembayaran online.

Ibu rumah tangga dapat mendaftar ke vendor tertentu yang memiliki ijin pembayaran online. Kemudian membuka jasa pembayaran online di rumah.

Bahkan konsumen dapat dilayani melalui saluran teknologi juga seperti cukup wa dan telepon.

6. Online shop. Lewat marketplace atau media social.

Banyak produk yang bisa dijual melalui saluran digital. Ibu cukup memiliki ponsel pintar.

Harganya murah dan isi paket data yang cukup untuk berjualan.

Bila tidak ada produk yang dijual, Ibu bisa menjadi “dropshipper”. Menjual barang dari toko orang lain di toko online sendiri.

Untung didapat dari selisih harga. Barang dikirim langsung dari toko penjual ke konsumen. Ibu ibu senang, pembeli puas.

Diatas adalah beberapa usaha rumah tangga. Dapat dijalankan dengan modal minim. Ibu bisa mengurus rumah. Ibu juga bisa punya penghasilan. Suami senang, istri puas. Enak kan.

Les Privat untuk anak anak