Categories
Uncategorized

Modal Dengkul Penjual Ludah

Istilah penjual ludah sempat booming dalam dunia motivator dan mentoring bisnis. Sebutan ini condong berkonotasi negatif. Gelar ini diberikan kepada seseorang yang mengaku sebagai pebisnis yang membuat sebuah pelatihan, seminar, workshop tentang bisnis. Modal dengkul cukup cuap cuap di depan dan mendapat fulus.

modal dengkul penjual ludah
penjual ludah menjadi konotasi negatif karena banyak pembicara yang ternyata tidak memiliki kompetensi yang cukup.

Orang tersebut tidak memiliki portofolio jelas, biasanya orang yang baru terjun dalam suatu usaha, atau materi yang disampaikan tidak sesuai dengan ilmu dan pengalaman. Dia mampu mengemas suatu produk sehingga orang bisa percaya dan mau mengikuti seminar yang dipromosikannya.

Harus disadari bahwa bisnis pelatihan, seminar, workshop, dan istilah sejenis lainnya semakin banyak. Bisnis ini berkembang di kota kota besar dan mulai merambah kota kota satelit di Indonesia. Saban hari di internet, koran, dan iklan dapat ditemukan informasi seminar, pelatihan dengan judul boombastis.

Nah, tulisan kali ini menggali bisnis yang bisa dikerjakan tanpa modal (https://noordforce.com/modal-usaha-rumah-tangga/) alias cukup modal dengkul.

Penjual ludah yang dimaksud pada judul adalah menggunakan keahlian dalam berbicara untuk memperoleh penghasilan.

Beberapa profesi yang mendatangkan penghasilan dengan cara berbicara adalah:

  1. Sales
    Profesi salesman yaitu menawarkan produk barang dan jasa kepada konsumen. Bisa secara korporat ataupun individu. Bila saudara tidak memiliki modal, maka bisa menawarkan pabrikan atau toko untuk menjual barang mereka. Tenaga penjual ember keliling yang suka keliling ke rumah-rumah adalah salah satu contoh profesi sales. Bila sering melihat yakult lady, itu juga salah satu profesi sales. Perusahaan asuransi pun memiliki sales. Anda dapat menjual produk tanpa menjadi pemilik produk tersebut.
  2. Pembicara
    Bagi anda yang mempunyai keahlian, profesi ini tidak lekang oleh zaman. Selalu ada orang orang yang haus akan pengetahuan dan atau keahlian. Bila dulu pembicara harus ada ruangan atau tempat. Sekarang malah lebih mudah. Cukup dengan aplikasi online, bisa membuat kelas pelatihan. Masa corona membuat kelas kelas webinar online semakin banyak. Kelas gratisan maupun berbayar. Anda cukup sediakan kuota paket data yang cukup.
  3. Guru Les
    Bagi anda yang mau mengajar, profesi ini sangat bagus dan bisa dijangkau siapa saja. Saat ini guru les bisa menjangkau dari anak anak sampai dewasa. Dari les bicara untuk anak usia dini, les baca hitung, les pelajaran sekolah, sampai les bahasa. Anda ga perlu merasa ragu karena tidak cerdas. Yang dibutuhkan adalah kemauan untuk mengajar.

Nah, anda butuh mengerti tiga hal penting untuk bisa melakoni pekerjaan penjual ludah diatas. Bila anda tekun, mungkin kegiatan tersebut akan menjadi profesi. Hal tersebut adalah:

  1. Kenali diri anda. Pekerjaan diatas membutuhkan keahlian dasar berbicara. Dibutuhkan kemampuan untuk menjelaskan produk yang ditawarkan.
  2. Product knowledge. Kenali produk yang anda jual. Tujuannya adalah agar anda tahu mempromosikan dan mencari konsumen sesuai target pasar produk tersebut.
  3. Customer knowledge. Banyak tenaga sales yang hanya fokus kepada product knowledge. Setiap bertemu orang, dia bicara berbusa-busa menawarkan produk jualannya. Tapi tidak ada yang membeli. Sales perlu mengetahui target pasar yang membutuhkan produknya. Jangan sampai anda menjual baju pantai di daerah gunung ketika musim hujan.
Modal dengkul penjual ludah tetap perlu menguasai produk yang dia tawarkan
Seorang pebisnis perlu mengetahui product knowledge yang dia jual

Selamat berjuang bagi anda yang berprofesi diatas. Menjadi penjual ludah yang benar-benar memberikan bukti dan kesan positif di masyarakat. Bob Sadino berkata bahwa apabila anda memiliki dengkul, itu sudah menjadi modal yang cukup (https://bisnisukm.com/25-pesan-bob-sadino-untuk-kamu-pengusaha-muda.html). Sukses bersama anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *