Categories
Uncategorized

Konveksi Seragam

Istilah konveksi seragam yaitu sebutan untuk sebuah industri skala rumah tangga yang merupakan tempat produksi pakaian. Bahan setengah jadi yaitu kain diubah menjadi barang jadi berupa pakaian. Beberapa produk hasil perusahan konveksi adalah rompi, daster, kaos, piyama, kemeja, celana, jaket, rompi, topi, tas,  dan masih banyak produk lagi.

Mengapa disebut konveksi? Karena jumlah pakaian yang dibuat lebih dari satu dan bisa juga dalam jumlah banyak. Rata – rata jumlah penjahit dalam setiap usaha konveksi minimal 2-3 orang. Ada juga yang sampai memiliki 10 penjahit.

Berbeda dengan usaha taylor. Mereka bisa menerima pesanan satu baju karena ukurannya satu baju satu pola dan harganya juga lebih mahal. Untuk konveksi seragam, pola yang dibuat mengikuti ukuran standar yang umum untuk Asia yaitu S, M, L dan XL.

Biasanya pelanggan yang memesan seragam dikonveksi karena ingin membuat seragam kantor, sekolah, pabrik atau seragam untuk kegiatan tertentu. Ada juga yang untuk dijual masal di toko offline maupun online.

Ilustrasi kaos produksi konveksi  seragam
Ilustrasi kaos produksi konveksi seragam

Langkah awal pemesanan adalah pelanggan mengirimkan data pakaian yang mau dijahit seperti : model pakaian dan jumlahnya. Model seragam perlu spesifik mengenai bahan yang akan digunakan dan desain yang dipakai. Sehingga perusahaan konveksi seragam dapat menghitung harga jual per satu pakaian. Yaitu ditentukan setelah dihitung biaya produksi dan marginnya.

Untuk desain yang dipilih harus menyesuaikan bahan yang dipakai, apakah menggunakan bordir atau sablon. Tidak semua bahan cocok di bordir dan tidak semua bahan cocok disablon, sehingga penting banget pelanggan menjelaskan kepada marketing konveksi detail kebutuhannya sebelum memutuskan pakaian yang dipesan dijahit seperti apa dan dengan model bagaimana.

Untuk model seragam kantor pada umumnya berkerah atau model baju safari. Variasinya adalah penambahan dan lokasi kantong serta logo perusahaan. Warna bahan yang dipilih menyesuaikan warna logo dari perusahaan tersebut.

Setiap penjahit mempunyai kemampuan produksi berbeda antara yang satu dengan yang lain setiap hari. Misalnya ada penjahit yang mampu menjahit 15 potong kemeja dalam sehari untuk model yang sederhana, namun jika model baju yang lebih rumit penjahit itu mampu menjahit 10 potong baju dalam sehari. Penjahit yang lain mungkin hanya bisa 10 kemeja untuk yang sederhana dan 6 kemeja untuk yang rumit.

Kualitas penjahit juga berbeda antara penjahit yang satu dengan yang lain. Pengalaman, kecakapan, kesabaran mereka dalam bekerja sangat bervariasi. Untuk itu perlu ada seseorang yang mengontrol kualitas jahit dan jumlah potongan baju yang dijahit.

Khusus seragam sekolah yang umum, ukuran baju biasanya dibuat penomoran bukan ukuran S,M,L atau XL. Karena ukuran tubuh anak berbeda yang satu dengan yang lain walaupun usianya sama. Sehingga pilihan ukuran untuk seragam sekolah tentu lebih banyak.

Kualitas jahit dari pakaian yang dijahit dapat diukur dari kerapatan benang yang menghubungkan dua bahan. Apakah jahitannya lurus dari atas kebawah sesuai pola yang diinginkan. Setiap penjahit memiliki kualitas jahit yang berbeda – beda sesuai karakter penjahit itu.

Usaha konveksi seragam tidak akan lekang oleh jaman. Selama manusia masih memakai pakaian, maka konveksi akan tetap tumbuh. Bisnis ini ada dari skala mikro rumah tangga sampai skala pabrik garment.

Bila ada tertarik masuk dalam usaha rumahan seperti konveksi, sangat mudah. Bisa saja dimulai dari satu mesin. Pun pakaian yang diproduksi adalah yang mudah dibuat dan dijual seperti piyama dan daster. Selamat berusaha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *